Friday, March 11, 2016

Anda Wisatawan yang Perencana? Pakai Aplikasi Android Ini



Bismillah

“Berkunjung tuh seringkali lebih enak pergi saja dulu. Ke Bandung? Pergi dulu aja ke Bandung.  Kalau sudah sampai, kunjungi apa yang ada.”, seorang Kawan pernah berseloroh seperti itu. Tipe-nya sama persis dengan istri Saya. Makanya, ketika sepekan yang lalu istri mengajak Saya liburan ke Bukittinggi dengan dua krucil Kami, Saya interogasi dulu. Hueleh...

“Di Bukittinggi mau ngapain? Ke mana mau perginya kalau sudah di Bukittinggi? Ke Jam Gadang doang? Ke Kebun Binatang? Terus nginep di mana? Nginep di hotel? Kalau iya, hotelnya apa? Berapa tarifnya? Atau mau nginep di rumah Amak di Galuang Agam? Terus mau kulineran juga pastinya kan? Mau makan apa? Di mana yang khas dan recommended?”, cecar Saya.

Sementara istri menimpali, “Ya jalan-jalan aja ke mana kek kalau sudah di sana.”, simple. Hehehe..  Mungkin karena itu pulalah Kami berjodoh. Berbeda karakter, namun perbedaan itu untuk saling melengkapi.

Nah, kalau Anda punya karakter seperti Saya, yang harus jelas kalau wisata mau pergi ke mana spesifiknya, nggak sekedar global ke Bandung atau Bukittinggi saja, maka Anda perlu melakukan apa yang Saya lakukan. Apakah gerangan? Riset. Hah? Riset? Kayak mau susun tesis saja nih. Hahaha... Ya tidak mesti riset njlimet pakai kaidah research kayak penelitian ilmiah tentunya, tapi setidaknya kita punya bahan bayangan mau ke mana, ngapain aja, dan apa yang perlu dipersiapkan, dan apa yang bisa kita harapkan dari tujuan kita. Terdengarnya ribet ya?  Nggak juga sebetulnya, apalagi sekarang sudah zaman Smartphone, Bro and Sist! Sekali dua kali klik dan usap, sudah bisa terpampang kumpulan riset yang komprehensif terkait tujuan-tujuan wisata.  Mau luar negeri? Ada! Apalagi dalam negeri. Mudah betul. Tinggal install aplikasi yang berteberan di Google Play, maka sebagian besar dari unsur perencanaan wisata terlaksana sudah.

Belum punya smartphone-nya? Ya beli dong. Jangan harap Saya kasih ya. Hehehe.. Atau ikutan kompetisi kayak Saya dulu di MatahariMall. Hadiahnya Iphone 6s waktu itu. Hehe.. Ceritanya bisa disimak di blog Saya ini. Silakan cari ya. Hehe.. #Sok2an. Atau lebih mudahnya, ya beli saja. Hahaha..  Kita bisa mendapatkannya melalui MatahariMall (ehemm promosiin lagi nih. Heuheuy...). Apalagi katanya sekarang lagi diskonan tuh.  Buruan dan segera dapatkan diskon belanja online di sini jika tidak ingin ketinggalan promo menariknya. Smartphone baru dengan harga bersaing yang bikin ngiler siap beralih tangan. Siapin aja ATM yang bersaldo. Jangan sampai diceramahin ATM pas transfer karena saldo tidak mencukupi. Hahaha..

Sunday, February 7, 2016

Puncak Cemara Sawahlunto, Meresapi Landscape Kota Tua Kolonial Belanda

Bismillah

Anda penikmat wisata landscape? Maka spot wisata yang satu ini akan sangat cocok untuk Anda. Apalagi jika Anda adalah fotografer landscape.  Wah, bakalan cocok pisan. Rugi banget kalau melewatkan destinasi gratis yang teramat elok ini. Hamparan relief kota lama dengan bangunan tua dan pemukiman penduduk, akan sangat indah jadi objek foto Anda. Perbukitan di setiap pinggiran kota seakan menjadi frame alam yang menambah indah hasil foto yang dihasilkan. Hanya satu saja kekurangan tempat ini bagi para fotografer landscape.  Apa itu? Kita tidak bisa melihat sunset atau sunrise secara langsung.  Kita hanya bisa menangkap semburatnya dari balik perbukitan.  Namun sebetulnya tidak terlalu menjadi masalah walau memang menjadi kekurangan.  Soalnya terkompensasi dengan view lain yang sangat eye-catching berupa hamparan kota kuali Sawahlunto.  Mau ambil foto selfie pun sangat pas di sini. Saya lihat justru genre foto selfie ini yang mendominasi dari para pengunjung di sini.  Apalagi kalau sore sudah menjelang. Ramai bana.
Landscape Kota Sawahlunto dari Puncak Cemara

Saturday, February 6, 2016

Bermotor Bikin Kesel bin Sebel : Antara Lampu Jauh dan Lampu Sen (Eps. 1)

Bismillah

Selama ini, ada rasa greget yang jarang bisa Saya tumpahkan di jalanan terkait etika berkendara motor.  Mulai dari yang dianggap sepele (padahal tidak), sampai yang lebih tragis yaitu membahayakan keselamatan bahkan nyawa.  Masih untung jika yang terimbas celakanya adalah sang pengemudi sendiri, syukurin. #sadis. Tapi bagaimana kalau berefek juga pada terganggunya keselamatan bagi pengguna jalan lain?  Kalau sudah begini, tentu saja bikin kesel bin sebel.  Nah, apa saja etika keselamatan yang harus diketahui serta dilakukan dan tidak dilakukan ketika berkendara motor? Saya menuliskan 2 (dua) hal yang akan Saya rangkum di sini. Tentunya berdasarkan pengalaman Saya pribadi dalam berkendara motor selama ini. Dan inilah dia. Selamat menyimak. Eng ing eeeng..

Pertama, turunkan lampumu

Ketauan motornya belum dicuci berbulan-bulan. Hahaha..